June 19, 2008

'KUNG FU PANDA': This Panda Can Do Some Kung Fu Styles


Produksi: Dreamworks Pictures (2008)
Sutradara: John Stevenson & Mark Osborne
Voice Cast: Jack Black, Dustin Hoffman, Angelina Jolie, Ian McShane, Seth Rogen, Lucy Liu, David Cross, Randall Duk Kim, James Hong, Dan Fogler, Michael Clarke Duncan, Jackie Chan

Genre: Animasi/Aksi/Komedi
Durasi: 91"
Release Date: 05 Juni 2008 (USA)
My Grade: 3.5 out 5

Kung_fu_panda_1 Akhirnya penantian saya akan 'Kung Fu Panda' terbayarkan sudah. Menyaksikan sebuah film "kung-fu" dengan perspektif animasi-komedi, maka film terasa sangat mengibur. Namun, apakah saya merasa puas dengan film ini secara umum? Rasanya belum!

Po (Jack Black) adalah seekor (atau seorang?) Panda yang bekerja di restoran mie yang terkenal dengan resep rahasia milik ayahnya, seekor unggas(!) bernama Mr Ping (James Hong). Ia sangat bercita-cita ingin menjadi seorang pendekar kung fu yang handal. Namun karena masalah makan dan obesitas, ia hanya sanggup untuk bermimpi.

Sementara itu di Jade Palace a.k.a. Istana Kumala, Master Oogway (Randall Duk Kim) meramalkan kepada Master Sifu (Dustin Hoffman) akan keberadaan Dragon Warrior atau Pendekar Naga untuk menghadapi kebengisan mantan asuhan Master Sifu yang bernama Tai Lung (Ian McShane). Meski Tai Lung telah dipenjara di sebuah penjara dengan sistem keamaan maksimum pimpinan Komandan Vachir (Michael Clarke Duncan), namun Oogway yakin ia akan bebas.

Sifu yang sangat mempercayai ramalan Oogway kemudian menghimpun kelima murid mumpuninya, Tigress (Angelina Jolie), Monkey (Jackie Chan), Viper (Luci Liu), Mantis (Seth Rogen) dan Crane (David Cross), untuk dipilih oleh Oogway menjadi Pendekar Naga. Sebuah "kebetulan" membuat Oogway menunjuk Po sebagai sang Pendekar Naga. Sifu tentu saja merasa keberatan, namun ia menghormati keputusan Oogway, sehingga dengan setengah hati memutuskan untuk melatih Po.

Sementara itu Tai Lung telah benar-benar bebas dan tujuannya adalah kembali ke Istana Kumala untuk merebut Sacred Scroll atau Gulungan Suci yang dulu gagal direbutnya. Lantas, bisakah Po mengehentikan Tai Lung dan mencapai cita-citanya sebagai seorang Kung Fu Master?

'Kung Fu Panda' adalah aksi-animasi dengan penampilan adegan-adegan laganya yang terlihat menakjubkan, maka ini menandakan jika referensi duo John Stevenson & Mark Osborne sebagai pengarah film cukup luas akan genre "kung fu" ini. Nah, masalahnya film kemudian berjalan seperti kumpulan serangkaian adegan aksi minus cerita yang problematis.

Apalagi, dengan kedalaman kapasitas akting yang diberikan oleh Jack Black dan Dustin Hoffman dalam mengisi suara karakternya, memang membuat 'Kungfu Panda' menjadi terasa ciamik oleh "duel" akting untuk mereka, namun justru membuat karakter-karakter dan voice talents lainnya menjadi underused, terutama Jackie Chan yang hanya mendapat beberapa dialog saja!

Filmnya sendiri memang terlalu sederhana, menampilkan pola from hero to zero yang sudah awam dan tertebak jalan ceritanya. Rasanya inilah yang memang membedakan film-film animasi Dreamworks dengan Disney-Pixar yang mempunyai kedalaman dalam kadar ceritanya, tanpa harus banyak memakai bintang-bintang tenar sebagai pengisi suara, seperti yang biasa dilakukan oleh Dreamworks.

Terlepas dari itu, 'Kung Fu Panda' menerapkan plot film-film Kung Fu klasik dengan proporsi yang tepat dalam format animasinya ini. Harimau, Monyet, Ular, Belalang dan Bangau adalah lima personifikasi umum dalam jurus-jurus kungfu dan saat ajang pelatihan Po oleh Sifu sangat mengingatkan akan film-film Kungfu tersebut. Bisa dikatakan 'Kungfu Panda' adalah homage dalam bentuk animasi terhadap film-film tersebut.

'Kungfu Panda' jelas bukan film animasi terbaik keluaran Dreamworks. Namun ia sangat menghibur dan bisa memuaskan banyak kalangan yang mengharapkan agar dapat terhibur saat menonton sebuah film. Pastinya film ini tidak akan menjadi klasik layaknya 'Shrek' yang rasanya satu-satunya animasi Dreamworks yang dapat dianggap klasik. Memang sudah momentumnya bagi Dreamworks untuk juga memikirkan kedalaman cerita dan pengembangan karakter untuk film-film animasinya, kalau ia mau tidak tertinggal oleh pesaingnya yang mempunyai lebih banyak film animasi kontemporer yang kini sudah dianggap klasik.

                            

September 24, 2007

'BLOOD: THE LAST VAMPIRE ': Short, Lean, Mean


Produksi: Manga Entertainment/Production I.G, Aniplex (2000)
Sutradara: Kenji Kamiyama
Voice: Youki Kudoh, Saemi Nakamura, Joe Romersa, Rebecca Forstadt, Stuart Robinson, Akira Koteyama

Genre: Aksi/Thriller/Horor/Anime
Durasi: 48"
Release Date: 18 November 2000 (JEPANG)
My Grade: 3.5 out 5

Bloodthe_last_vampire_1Dengan hanya kurang lebih 48 menit, 'Blood:The Last Vampire' is lean dan mean. Anime ini sebagian animasi analog dan sebagian digital, secara visual tampil meyakinkan. Dengan cerita yang sederhana, seperti salah satu episode film-film seri, 'Blood:The Last Vampire' adalah sebuah aksi-fantasi dengan pengaruh horor kelam yang kental.

Tahunya 1966. Saya (diisi suara oleh Youki Kudoh), adalah seorang vampir pembasmi monster yang ditugaskan untuk menyamar disebuah sekolah di basis militer Amerika di Jepang. Atasannya, David, mencurigai jika disekolah tersebut ada beberapa monster yang menetap, termasuk dua gadis yang bersekolah disana. Saat pesta Halloween berlangsung, kedua monster mencoba mencelakai perawat sekolah, Saya tiba tepat pada waktunya. Maka terjadilah pertempuran antara Saya dengan kumpulan monster tersebut.

Kelemahan terbesar dari anime ini bagi saya adalah ceritanya yang terlalu ringkas dengan elaborasi karakter yang tidak mencukupi. Saya yakin jika anime ini mempunyai plot yang lebih kompleks, maka 'Blood: The Last Vampire' akan lebih bagus lagi. Bukannya film ini tidak bagus, hanya saja terasa seperti sebuah fragmen atau, seperti yang saya sebutkan tadi, bagian dari episode seri televisi.

Kabarnya ini disebabkan karena 'Blood: The Last Vampire', yang disponsori oleh James Cameron ini, diniatkan sebagai bagian tengah dari trilogi OVA (Original Video Animation) oleh penulis Kenji Kamiyama dan sutaradara Hiroyuki Kitakubo. Namun begitu, rasanya bagian pertama dan ketiga tidak pernah terdengar lagi beritanya.

'Blood: The Last Vampire' adalah yang bisa anda harapkan dari anime yang fantastis. Gambar analog dan digital yang dipadukan dengan lumayan mulus menjadikan animasi ini sebagai anime yang enerjetik. Boleh ditunggu, remake versi live-motion-nya yang akan dirilis tahun 2008 yang disutradarai oleh Chris Nahon (Kiss of the Dragon) dengan pemeran utama Jeon Ji-hyun (My Sassy Girl, Windstruck) sebagai Saya.

August 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            

Perfect Scare!