« 'KUNG FU PANDA': This Panda Can Do Some Kung Fu Styles | Main | This Blog is Moving Out »

June 20, 2008

'FIKSI': This Fiction Turn Into Sinister Reality


Produksi: Cinesurya (2008)
Sutradara: Mouly Surya
Cast: Ladya Cheryl, Donny Alamsyah, Kinaryosih, Inong, Rina Hasyim, Egy Fadly, Soultan Saladin, Jose Rizal Manua

Genre: Drama/Thriller
Durasi: (+) 100"
Release Date: 19 Juni 2008
My Grade: 3.5 out 5

Fiksi_poster Banyak yang skeptis jika orisinilitas menjadi bagian yang eksklusif dari film-film di Indonesia. Tidak bisa disalahkan saat fakta memang menunjukkan hal tersebut. Saya setuju plagiat merupakan sebuah big-no-no, namun jika orisinalitas diharapkan didapat dari film-film lain sebagai referensi, maka rasanya itu juga terlalu berlebihan. Lagipula, dengan sejarah panjang dunia perfilman saat ini, rasanya jarang sekali untuk mendapatkan film-film yang benar-benar inventif. Bahkan Quentin Tarantino "menjiplak" habis-habisan gaya film aksi Asia dalam 'Kill Bill'. Hanya saja kemudian dapat tepermisifkan jika bahan-bahan tersebut diolah menjadi sesuatu yang jenial.

Joko Anwar selalu dituduh "kebarat-baratan" dalam setiap film atau skenarionya. Rasanya ini juga terlalu berlebihan. Menyaksikan skenario terbarunya yang berjudul 'Fiksi' dan menjadi film debutan bagi sutradara perempuan bernama Mouly Surya, adalah seperti menyaksikan plot yang bisa jadi umum di Barat sana, namun dikemas dengan sentuhan lokal yang cukup kuat, sehingga menghasilkan sebuah narasi yang memikat untuk disimak dari awal sampai akhir dan menambah khasanah film lokal yang benar-benar layak untuk disimak.

Mengambil premis Alice in Wonderland, akan tetapi dibalik, film bercerita tentang Alisha (Ladya Cheryl), seorang gadis kaya dengan kehidupan yang suram. Sampai ia kenal dengan Bari (Donny Alamsyah), seorang pemuda sederhana yang tinggal berdua saja dengan kekasihnya yang mahasiswa psikologi bernama Renta (Kinaryosih) di sebuah rumah susun (namun menolak dikatakan sebagai pasangan 'kumpul kebo'!). Alisha, yang menyamar dengan memakai nama Mia, memutuskan untuk tinggal di rumah susun tersebut.

Bari ternyata seorang penulis yang masih bingung untuk memberikan akhir pada cerita-cerita yang ditulisnya mengenai beberapa karakter yang kebetulan menetap di rumah susun tersebut. Alisha yang kini terobsesi dengan Bari memutuskan untuk "memberi jalan" bagi klimaks di cerita-cerita Bari dengan memberikan klimaks di dunia nyata bagi karakter-karakter tersebut. Namun, yang namanya obsesi, jika kita terlalu konsumtif padanya maka pada akhirnya akan berujung pada petaka. Maka, pada akhirnya giliran cerita mereka yang kini Alisha perlu beri akhir.

Rasanya saya tidak perlu sebutkan pada film-film apa saja 'Fiksi' mengingatkan saya. Yang penting saat ini adalah bagaimana saya tersedot pada cerita yang ditawarkan oleh Mouli Surya ini. Bertahan pada pace yang lambat memang mempunyai tendensi untuk ditinggal oleh atensi penontonnya. Namun untunglah dinamika dalam ceritanya dialur dengan menarik, yang kalau saya ibaratkan seperti layang-layang yang ditarik ulur. Saat kita mulai merasa bosan, maka tiba-tiba cerita menawarkan "sesuatu" lagi yang membuat kita untuk bertahan.

Ini mungkin yang menjadi minor bagi 'Fiksi' secara umum, selain juga dimana rasanya 'Fiksi' terlalu banyak mengambil struktur drama dibandingkan thriller. Terlepas dari hal-hal tersebut, Joko Anwar sekali lagi menunjukkan betapa ia memang mempunyai refensi film dengan cakupan yang luas. Ia memang tahu sekali filmya akan diarahkan kemana, sehingga saya berani menyebutkan jika film bertutur dalam dramaturgi yang jelas dan lancar bercerita.

Tabik juga untuk Mouly Surya yang mampu mengemas cerita Joko dengan estetika yang dipilihnya. Jika ia tidak memahami dengan baik kandungan cerita film ini, saya yakin film akan berjalan pada arah yang salah dan pada akhirnya meloncat ke jurang monotonisme. Oh ya, tentu saja ia tahu kemana arah film akan berjalan. Bukannya ide cerita film ini berasal darinya?

Ladya Cheryl sendiri katanya memang sudah dibayangan Mouly saat mulai menulis cerita film ini. Tidak heran jika karakter Alisha diperankannya dengan tone yang setipe saat menjadi Alya di film 'Ada Apa Dengan Cinta' yang lalu. Hanya saja kini dengan atmosfir yang lebih kelam. Ms. Ladya, I think you should take another role in another films to variate your acting resume. Pada intinya untuk menambah jam terbang saja.

Donny Alamsyah sendiri beruntung jika pada banyak film lain ia hanya sebagai pemain pendukung, sehingga bisa mengasah aktingnya secara lebih tajam. Ia mampu menjadi Bari yang memang dibutukan oleh skenario. Tapi saya curiga, jangan-jangan karakter Bari juga terinspirasi dari keseharian Donny. Kinaryosih, dalam peran pendukung, tidak istimewa dan cenderung dapat dilupakan, namun cukup memberi kontribusi yang signifikan terhadap progresi cerita.

'Fiksi' adalah film yang berbeda. Bukan film yang umum mungkin. Selama selera penonton kita belum berubah dari pola yang terjadi saat ini, film seperti ini tidak akan dengan mudah diterima oleh awam. Akan tetapi film ini menjadi penting karena ia dibutuhkan sebagai sosialisi (dan juga edukasi) bagi kalangan penonton kita, bahwa film yang baik dan benar itu lebih menambah khasanah wawasan berfikir dan pada akhirnya kita akan mempunyai penonton dengan daya nalar yang lebih kritis. Okay, enough being preachy and just watch the film while it still last, which I think won't be long at the cinema.

                            

Comments

hmmm...sama sekali gak puas ama endingnya....
pakemnya ,ending thriller itu bagi gw gak ada pihak yg 100 % berhasil..gak kayak film ini...
harusnya Bari ama cewekyna dibuat mati duluan gitu baru bunuh diri...
gak seruuu

Ladya?gak idup.Maunya jadi "Psychopatic Alice" tapi jadinya kayak boneka idup.

Iya ne, Endingnya ga gigit, trus rada ngebosenin.....

kalo endingnya lbh pscho lg keren bgt ne film, imho...


3 dari gw....

*celingak-celinguk*

komennya si vian belum ada ya.

Bang Haris nonton dimana nih? Bioskop ya?

Lagi pulang kampung....dan yg diputar disini,,...dan parahnya tetap bercokol: hantu perawan jeruk bali, sumpah pocong di sekolah ama pulau hantu. busyet dahh...

gak ada comment dr Mr. Apatis Vian koq rasanya garing bgt y baca blog ni???

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .


August 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            

Perfect Scare!