« 'THE EYE': This Eye See Horrible Thing | Main | 'APARTMENT 1303': Another Ghost in da House! »

June 08, 2008

'ACROSS THE UNIVERSE': All You Need is The Love Songs of The Great Beatles


Produksi: Columbia Pictures (2007)
Sutradara: Julie Treymor
Cast: Jim Sturgess, Evan Rachel Wood, Joe Anderson, Dana Fuchs

Genre: Drama/Musikal
Durasi: 133"
Release Date: 12 Oktober 2007 (USA)
My Grade: 3 out 5

Across_the_universeSiapa yang tidak kenal dengan The Beatles. Band asal Inggris tersebut bisa dikatakan merupakan salah satu band yang paling berpengaruh dalam industri musik kontemporer saat ini. Dengan lagu-lagu melodius nan kontemplatif, telah menjadikan band ini sebagai sebuah legenda besar.

Saat Julie Taymor berniat membuat film musikal dengan menjadikan lagu-lagu dari The Beatles sebagai bagian dari musikalitas dalam dramaturginya, tentu saja ekspektasi melambung tinggi, berharap agar musik-musik yang jenial tersebut mampu meniupkan ruh yang diperlukan oleh filmnya.

Ceritanya sederhana saja. Berseting paruh 60-an, seorang pemuda Inggris, Jude (Jim Sturges) bertolak ke Amerika karena ingin bertemu dengan sang Ayah yang tidak pernah ditemui seumur hidupnya. Nasib mempertemukan ia dengan kakak beradik Lucy (Evan Rachel Wood) dan Max (Joe Anderson). Sudah bisa diduga Jude jatuh cinta dengan Lucy. Yah, kemudian Lucy pun jatuh cinta kepada Jude. Hanya saja, gaya hidup Jude yang happy-go-lucky ternyata tidak berkesinambungan dengan Lucy yang tenggelam dalam idealismenya dalam menentang perang Vietnam yang berkecamuk. Cerita juga diselingi pula dengan karakter-karakter satelit yang mengingatkan akan streotipe yang umum berlaku pada masa itu (hippies, rock n’roll, kebebasan dan sebagainya).

'Across The Universe' adalah pretensius. Rasanya hal tersebut susah untuk dinafikan. Tentu saja, walau bercerita tentang issue yang tengah hangat pada masa itu, namun rasanya tetap faktual dalam konsep kekinian. Namun, rasanya memang Taymor terlalu bersemangat dalam membuat sebuah drama musikal yang kontemplatif, sehingga kemudian meninggalkan esensi dari musikalitas itu sendiri.

Dalam sebuah film musikal, seyogyanya unusr lagu adalah satu bagian dari narasi. Dalam arti, kadang ia adalah sebuah dialog yang berbicara. Nah, disini Taymor terlalu memaksakan agar plot film berjalan dengan lagu-lagu yang menjadi pilihannya, sehingga film malah terasa kosong dan sedikit kehilangan arah, seperti kumpulan video musik dalam konteks yang kurang jelas. Ini membuat film hanya sebagai “penanda” dari kemegahan lagu-lagu dari The Beatles tersebut.

Harus diakui, secara visual, Taymor mampu membangkitkan kenangan yang lekat akan lagu-lagu tersebut, sehingga adegan terasa menggugah. Bahkan, ia dengan imajinasinya yang kuat mampu membuat penggambaran yang kadang surealistis namun tetap terasa indah.

'Across The Universe' adalah pengalaman visual yang menarik, juga bukanlah film musikal yang buruk. Hanya saja, menjadi pretensius terkadang menjadikan film kehilangan esensi dalam urgensinya. Dan itulah 'Across The Universe'. 

                            

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .


August 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            

Perfect Scare!