'THE MIST': Ada Sesuatu di Balik Kabut
Produksi: Dimension Films (2007)
Sutradara: Frank Darabont
Cast: Thomas Jane, Marcia Gay Harden, Toby Jones, Laurie Holden, William Sadler
Genre: Horor/Thriller/Drama
Durasi: 125"
Release Date: 21 Nopember 2007 (USA)
Release Date: 21 Nopember 2007 (USA)
My Grade: 3.5 out 5
Terlepas dari nama besar Frank Darabont yang telah sukses
mengarahkan film-film berdasarkan karya Stephen King lainnya menjadi karya yang
berkelas (The Green Mile, Shawsank Redemption), tetap saja keraguan hinggap
dipikiran, apakah film 'The Mist' ini akan sebaik karya-karya Darabont
sebelumnya itu.Premisnya sangat khas film horor-thriller, sekelompok
orang sebuah kota kecil terperangkap di sebuah swalayan saat bergulung-gulung
kabut tebal tiba-tiba menyelubungi seisi kota. Masalahnya bukan hanya jarak
pandang yang terganggu, namun ada sesuatu yang mengerikan dibalik kabut dan itu
mengincar nyawa manusia.
Maka dimulailah pembantaian satu-demi-satu orang-orang yang ada di Swalayan tersebut, sedangkan sisanya berkemelut, apakah pergi menerobos kabut untuk menyelematkan diri atau tetap tinggal menunggu ada yang menyelamatkan?
Tentu saja, apa sih yang bisa diharapkan lebih dari cerita semacam ini. Sangat tipikal dan telah berulang-ulang menjadi pakem dalam film bergenre sejenis. Masalahnya kita membicarakan Frank Darabont sebagai orang dibelakang layar disini. Ternyata ia memang piawai sekali dalam merangkau adegan menjadi sebuah narasi yang mencekam, mendebarkan, sekalugis dramatik dalam proposi yang seimbang.
Darabont lebih memfokuskan pada konflik yang terjadi diantara orang-orang tersebut dan ia dengan sangat berhasil membangun simpati penonton pada sebagian karakternya dan antipati pada karakter lainnya. Padahal jelas-jelas ia menggambarkan karakter-karakter tersebut di ranah abu-abu, bukan hitam atau putih yang sebagaimana menjadi tipikal dalam film sejenis. Unsur kengerian tetap dimasukkan secara berkala, namun prioritas tetap pada dramatisasi dan progresi konflik kepentingan karakter-karakter tadi.
Unsur streotype dan formulaic direduksi seperlunya dan saat diperlukan penjelasan, maka penjelasan tersebut lebih kepada "hutang" yang harus diberikan kepada penonton tentang apa yang sebenarnya terjadi, daripada benar-benar diperlukan.
Film lebih bercerita tentang dilema serta krisis moralitas disaat orang-orang menghadapi masalah yang mengancam jiwanya dimana keselamatan sepertinya telah menjadi barang yang teramat mahal. Dan adegan klimaks yang menggetarkan sepertinya mewakili dengan tepat!
'The Mist' adalah jenis horor yang selama ini saya rindukan. Sangat jarang sekali ada film yang benar-benar "horor' seperti film ini. Gelap, moody, intens dan atmosferik. Direkomendasikan.
Maka dimulailah pembantaian satu-demi-satu orang-orang yang ada di Swalayan tersebut, sedangkan sisanya berkemelut, apakah pergi menerobos kabut untuk menyelematkan diri atau tetap tinggal menunggu ada yang menyelamatkan?
Tentu saja, apa sih yang bisa diharapkan lebih dari cerita semacam ini. Sangat tipikal dan telah berulang-ulang menjadi pakem dalam film bergenre sejenis. Masalahnya kita membicarakan Frank Darabont sebagai orang dibelakang layar disini. Ternyata ia memang piawai sekali dalam merangkau adegan menjadi sebuah narasi yang mencekam, mendebarkan, sekalugis dramatik dalam proposi yang seimbang.
Darabont lebih memfokuskan pada konflik yang terjadi diantara orang-orang tersebut dan ia dengan sangat berhasil membangun simpati penonton pada sebagian karakternya dan antipati pada karakter lainnya. Padahal jelas-jelas ia menggambarkan karakter-karakter tersebut di ranah abu-abu, bukan hitam atau putih yang sebagaimana menjadi tipikal dalam film sejenis. Unsur kengerian tetap dimasukkan secara berkala, namun prioritas tetap pada dramatisasi dan progresi konflik kepentingan karakter-karakter tadi.
Unsur streotype dan formulaic direduksi seperlunya dan saat diperlukan penjelasan, maka penjelasan tersebut lebih kepada "hutang" yang harus diberikan kepada penonton tentang apa yang sebenarnya terjadi, daripada benar-benar diperlukan.
Film lebih bercerita tentang dilema serta krisis moralitas disaat orang-orang menghadapi masalah yang mengancam jiwanya dimana keselamatan sepertinya telah menjadi barang yang teramat mahal. Dan adegan klimaks yang menggetarkan sepertinya mewakili dengan tepat!
'The Mist' adalah jenis horor yang selama ini saya rindukan. Sangat jarang sekali ada film yang benar-benar "horor' seperti film ini. Gelap, moody, intens dan atmosferik. Direkomendasikan.





terlepas dr betapa standarnya act-nya mr. jean
the mist memang menghentak genre horor tahun lalu
endingnya tuh bahkan tragis setragisnya, getir dan tidak berakhir bahagia :(
marcia gay harden jg sukses tuh sbg karakter menyebalkan yg mengundang simpati awalnya, tp belakangan disoraki ketika mati...
Posted by: mOvIefReAk | March 25, 2008 11:55 PM
"" 'The Mist' adalah jenis horor yang selama ini saya rindukan. Sangat jarang sekali ada film yang benar-benar "horor' seperti film ini. Gelap, moody, intens dan atmosferik. Direkomendasikan."
Yg ini gw setuju banget.
Yg gw ga setuju, dgn penggambaran karakter yg mas haris bilang udah memasuki ranah abu2. Menurut gw justru cenderung hitam-putih tapi ga tipikal film2 horor yg laen.
Mungkinkah karakterisasinya meminjam dr "Lord of The Flies"?
Posted by: aFiF | March 26, 2008 02:51 AM
"" 'The Mist' adalah jenis horor yang selama ini saya rindukan. Sangat jarang sekali ada film yang benar-benar "horor' seperti film ini. Gelap, moody, intens dan atmosferik. Direkomendasikan."
Gak segitunya juga lageeeee :)
Sebenernya emang bisa kayak gitu, sayangnya untuk film ber genre sejenis the mist masih terlalu banyak ngemeng…ngemeng dan ngemeng yg bertele-tele-tele(paan sih?:p… (yg sebenernya durasinya bisa di cut abis2an supaya filmnya bisa lebih solid… sayangnya frank tetep bertahan dengan style nya itu :(
Dan masih ada beberapa yg nge ganjel..yg bikin gw kurang sreg ma ni film….
ada apa dengan monster2 yang gak nyoba untuk nerobos masuk ke supermarket…? Padahal tuh supermarket cuma dikelilingi kaca2 yg sumpah seberapa kuatnya sih…What the hell? the restaurant is blessed or what???? :)
Blom lagi monster tarantula yg dengan ganasnya mencabik2 badan manusia, tapi untuk ngancurin pintu garasi di supermarket aja masa’ gak bisa…weleh2…
Puncaknya adalah revealing arrowhead project dibalik serangan kabut itu yang… APA?MASA CUMA BEGITU…(alesannya ngingetin akan buku2 goosebumps :)
Padahal ngarep revealed nya bakal dahsyat dan mencengangkan…
"...Dan adegan klimaks yang menggetarkan sepertinya mewakili dengan tepat..."
Gw pernah liat di salah satu preview film ni Stephen king bilang ending film ni sengaja diubah dari buku nya dan dia berani sesumbar kalo dia lebih baik gantung diri daripada nyeritain ke orang ending film ini…
Ternyata… hehehehe… gak segitu shocking nya juga sih imho :) … mgkn ending nya mo ngasih pesen supaya penonton harus sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan …bla…bla…
tapi gw yang nonton cuma menghela nafas dan bisa bilang: “Halah… lo nya aja yang tolol gak sabaran banget!”(hehe…gak spoiler kan tuh? ;)
Dan detil2 lain di ending yang takut spoiler kalo dijabarin…
Tapi special fx nya emang patut diacungi jempol ! ( keren banget apalagi monster raksasa kaki enam nya….wuih…jadi inget monster dahsyat di cloverfield!
Even jujur special fx nya keliatan smooth karna ketolong banget ma kabut2, jadi gak gitu jelas…
Imho sih untuk ukuran horror setahun belakangan ni masih bagusan ORPHANAGE jauh…
MY GRADE: 3,5 out 5
(btw, ttg shocking, mgkn gw ngerasa ending nya biasa aja, soalnya seminggu yang lalu baru aja nonton filmnya brian singer USUAL SUSPECT (ahirnyaaaaa…setelah hunting bertahun2 ketemu juga dvd nya…haha…agak ketinggalan ya gw ;p) yang ending LUAR BIASA nya bikin shocked seharian… film yang totally genius!
Posted by: APATIS VIAN | March 26, 2008 06:42 AM
""Puncaknya adalah revealing arrowhead project dibalik serangan kabut itu yang… APA?MASA CUMA BEGITU…(alesannya ngingetin akan buku2 goosebumps :)
Padahal ngarep revealed nya bakal dahsyat dan mencengangkan…""
Klo ini bisa kujawab deh...si penulis/moviemaker emang menitikberatkan pada konflik antar karakter, disitulah letak thrillernya (ini yg elo kurang nangkep kyknya). Keberadaan monster2 disitu sebenarnya lebih sbg elemen pembangun konflik drpd sbg inti cerita. Klo gw sih, ga ada revealingnya sedikit pun ga bakal menjadi masalah. Yah kurang lebih kyk No Country for Old Men lah dikit2, ga ada revealingnya juga khan.
“”(btw, ttg shocking, mgkn gw ngerasa ending nya biasa aja, soalnya seminggu yang lalu baru aja nonton filmnya brian singer USUAL SUSPECT (ahirnyaaaaa…setelah hunting bertahun2 ketemu juga dvd nya…haha…agak ketinggalan ya gw ;p) yang ending LUAR BIASA nya bikin shocked seharian… film yang totally genius!””
Hahaha….believe it or not, waktu nonton USUAL SUSPECT, I could see it coming from miles away. Gw udah punya feeling sangat2 kuat dr gelagatnya klo Keyser Soze itu tidak lain adalah ***** ****** , dan ternyata bener…..duhh, gw aja terkaget2 sendiri. Still good movie anyway.
The Mist juga gitu tuh, lumayan sesuai dgn feelingku, makanya endingnya ga gitu bikin shocking meski tetap cukup mengganggu. Yg paling gw kaget tuh pas nonton The Village, bener2 pas rolling ending credit gw melongo aja, REVEALINGNYA SAMA PERSIS DGN FEELING GW… T_T
Posted by: aFiF | March 26, 2008 07:52 AM
@Apatis
iya nih knp bung haris ngga' tertarik ngereview the orphanage
horor paling terpuji tahun 2007 lalu,,,
Posted by: mOvIefReAk | March 27, 2008 06:14 PM
@MovieFreak
sabar..sabar..hehehehe
Posted by: hARIs | March 28, 2008 06:31 PM
I love this movie!
Film horror yang bener2 beda dari biasanya. Ketegangan dibangun pelan tapi pasti dari awal ampe akhir. Film yang bukan pentingin monster, tapi lebih menekankan pada kondisi psikologis orang2 yang berada di situasi genting. Tagline nya pas banget, "Fear changes everything". Tokoh2nya menghadapi rasa takut en keputusasaan mereka sendiri.
Pace-nya pas, ga cepet en ga lelet. Yang paling keren itu endingnya yang sukses bikin gua bengong ampe ending credit. Depressing and haunting. Gua ampe kepikiran terus ampe malem. Gimana ya rasanya kalo gua yang ngalamin hal kayak gitu??? He5...
Abis itu, Marcia Gay Harden berhasil bikin gua benci setengah mati ama dia (di film ini). Tapi, sayangnya Thomas Jane aktingnya standar aja si . Visual fx nya lumayan. Lagu (score) di ending nya juga keren. Pokoknya, Frank Darabont emang TOP deh...
Overall grade: 8/10
One of my favorite movies in 2007.
Posted by: Guzz | March 29, 2008 06:01 AM
Kesimpulan dr The Mist
Diliat dr sudut pandang atheist/agnostik, tuhan/agama tercipta dari ketakutan manusia akan kematian.
Dr sudut pandang org beragama, manusia baru inget Tuhan atawa balik ke agama klo terancam modar.
Tinggal pilih aja
^_^
Posted by: aFiF | March 29, 2008 06:58 AM
sound di ending cerita kayaknya gua pernah denger deh??cuma dimana y???
btw,bang haris tolong request review film FITNA yang lagi HOT2 tai ayam itu lo!plis donk!oce?
Posted by: auRor | March 31, 2008 05:59 AM