‘KAWIN KONTRAK’: Lebih Baik Kawin Kontrak Daripada Zina?


Produksi: MVP Pictures (2008)
Sutradara: Ody C. Harahap
Cast: Ricky Harun, Herichan, Dimas Aditya, Wiwid Gunawan, Masayu Anastasia, Dinda Kanyadewi, Lukman Sardi, Mieke Amalia, Unang

Genre: Komedi/Drama
Durasi: 120"
Release Date:  09 Januari 2008
My Grade: 2.5 out 5

Kawin_kontrak‘Kawin Kontrak’ sepertinya memang fenomena yang umum terjadi di masyarakat kita. Sudah bukan sesuatu yang mengherankan jika ada beberapa daerah tertentu yang justru para perempuannya mempraktekkan prilaku ini dengan imbalan kompensasi uang. Nah, yang menjadi pertanyaan, apa perbedaan hal ini dengan prilaku prostitusi?

Di tangan Ody C. Harahap (Bangsal 13, Selamanya), prilaku ini dikemas menjadi sebuah komedi seks ala film-film yang pernah menjamur di tahun 80-an dahulu (tidak mengherankan jika ia menggandeng band retro seperti NAIF untuk mengisi soundtracknya).

Tiga orang remaja laki-laki yang horny berat (Ricky Harun, Herichan, Dimas Aditya) memutuskan untuk melakukan kawin kontrak daripada melakukan zina, karena kata ustadz mereka hal itu adalah sebuah perbuatan berdosa besar.

Lantas mereka menghubungi seorang makelar kawin kontrak (Lukman Sardi) untuk memuaskan hasrat mereka. Lantas, disebuah desa mereka mendapatkan perempuan-perempuan yang mereka inginkan. Masalahnya, salah seorang perempuan taksiran sudah "dijodohkan" dengan seorang Arab kaya. Lantas, problematika film berubah menjadi sentimentil dan mendayu-dayu.

Berbicara komedi seks, mau tidak mau, ‘Kawin Kontrak’ akan dibanding-bandingkan dengan ‘Quickie Express’ (2007) yang keluar lebih dahulu. Berbicara kevulgaran, jelas ‘Kawin Kontrak’ setingkat diatas ‘Quickie Express’. Namun, berbicara konsistensi, jelas ‘Kawin Kontrak’ harus mengakui keunggulan ‘Quickie Express’.

Secara teknis, Ochai, panggilan akran sutradaranya, menampilkan estetika yang sedap dipandang, namun dari segi kelucuan, dibeberapa bagian terasa kering dan kurang tersampaikan maksudnya. Belum lagi masalah konsistensi dalam tema umum tadi, sehingga menjelang akhir film terasa draggy.

Walau begitu, ‘Kawin Kontrak’ bukanlah film yang jelek-jelek amat. Secara keseluruhan film tampil dengan cukup menghibur. Walau kurang berhasil dalam misinya, namun untuk pengisi waktu luang dan jika tidak ada alternatif lain, bolehlah film ini menjadi pilihan.


5 Responses to “‘KAWIN KONTRAK’: Lebih Baik Kawin Kontrak Daripada Zina?”

  1. APATIS VIAN Says:

    besok mo ntn RADIT N JANI…. kayaknya bakal keren mampus… UPI .. I LUV U!!!!

    radit di rev ya bro kalo dah ntn juga…

  2. APATIS VIAN Says:

    KAWIN KONTRAK…2,5???

    SERIUS NIH….?

    HAH…padahal dah sempet tertarik u/ ntn… sexcara yang bikin ochay gitu…

    ternyata salah ya?

    sudahlah, kalo gitu longkap aja lah…

  3. Kevin Says:

    nilai yg udah diduga
    Walau gw pikir filmnya bakal lebih jelek lagi ^^

    Jujur,para personil MFI itu karya2nya rada over-rated…

  4. hARIs Says:

    @ kevin

    masa sih???????

  5. APATIS VIAN Says:

    Jujur,para personil MFI itu karya2nya rada over-rated…

    lo aleergi banget ma MFI kev…

    padahal MFI jelas2 memperjuangin hak2 per film an kita….

    hehe… ada dendam pribadi sepertinya? :)

Leave a Reply