‘SAAWARIYA’: Beloved in Such Picturesque Beauty


Produksi: Columbia Pictures (2007)
Sutradara: Sanjay Leela Bhansali
Cast: Rani Mukherjee, Ranbir Kapoor, Sonam Kapoor, Zohra Sehgal & Salman Khan

Genre: Drama/Roman/Musikal
Durasi: 150"
Release Date: 09 November 2007 (INDIA)
My Grade: 3.5 out 5

SaawariyaSanjay Leela Bhansali is a one of talented Bolywood’s film director nowdays
and has
a distinctive style in film making that differs him from the others.
Setelah ‘Khamoshi’, ‘Hum Dil De Chuke Sanam’, ‘Devdas’ dan ‘Black’, maka
‘Saawariya’ adalah bukti terbarunya. Diangkat dari cerita pendek karya
Dostoevsky berjudul The White Nights, berkisah tentang kisah cinta empat
malam antara Raj (Ranbir Kapoor) dan Sakina (Sonam Kapoor), yang dinarasikan
oleh "gadis profesional" bernama Gulab-ji (Rani Mukherjee).

Raj hidup
sebatang kara dan bekerja sebagai seorang penyanyi di sebuah klub malam. Ia
tinggal disebuah guess house milik Lilian (Zohra Sehgal). Tanpa sengaja,
pada suatu malam ia bertemu dengan Sakina, seorang gadis cantik disebuah
jembatan. He’s in love with her instantly. Tapi Sakina bukannya tanpa
alasan berdiri dijembatan pada malam hari seperti itu. Ternyata ia menunggu
kekasihnya yang bernama Iman (Salman Khan), yang berjanji akan menemuinya
dijembatan tersebut, tepat pada hari lebaran Ied.

Raj berhasil membina
hubungan pertemanan dengan Sakina namun untuk menjadi levih jauh lagi, tampaknya
Raj harus melawan rival yang sepertinya hanya ada dalam benak Sakina. Atau
benarkah Iman itu memang ada dan akan menepati janjinya pada
Sakina?

‘Saawariya’ digambarkan Bhansali bagai melukis cat minyak di
kanvas. Penggunaan warna biru dan hijau yang mendominasi layar membuat film
terlihat sedap dipandang. Dengan menggunakan seting di studio, film terlihat
seperti homage terhadap film-film lawas ala Raj Kapoor, yang kebetulan
adalah kakek dari aktor debutan Ranbir Kapoor. Oleh karenanya, dibandingkan
dengan ‘Devdas’ sekalipun, ‘Saawariya’ bahkan terlihat lebih theatrikal, walau
tidak dengan skala yang lebih grande dari ‘Devdas’.

‘Saawariya’
mungkin tidak terlihat nyata, bahkan mungkin surreal, karena tidak menggambarkan
realitas secara konkrit, namun Bhansali bertujuan untuk membuat sebuah film
art tanpa melupakan unsur komersial ala Bolywood-nya. Film ini seakan
sebuah sarana untuk meluapkan visinya tentang sebuah film roman yang indah namun
tetap tanpa melupakan unsur sinematografinya.

Untuk yang terbiasa dengan
tipikal Bollywood masala, mungkin akan sedikit kecewa dengan film ini, karena
Bhansali tidak melakukan kompromi untuk itu. Inilah yang mungkin yang sedikit
mengganjal dari film ini. ‘Saawariya’ rasanya tampil dengan ultra-serius,
padahal topik yang ditanganinya tidaklah sesulit itu. Mungkin, jika Bhansali
meramunya dengan seikit ringan, film akan menjadi berbeda.

Dari jajaran
pemainnya, ‘Saawariya’ beruntung didukung oleh aktor-aktris yang kompeten,
karena walaupun Ranbir Kapoor dan Sonam Kapoor adalah debutan, akan tetapi
Bhansali berhasil mengekstrak kekuatan akting mereka, sehingga film tidak tampak
dibintangi oleh bintang-bintang rookie. Namun, tidak bisa dinafikan jika
Rani Mukherjee adaah star dari film ini. Seakan menegaskan bahwa para
debutan ini harus bekerja lebih keras jika hendak sampai pada level yang diraih
salah satu diva akting Hindi ini. Salman Khan sendiri, walau tampil singkat,
namun berhasil menanamkan kesan yang kuat dan impresif dan menegaskan eksistensi
karakternya.


5 Responses to “‘SAAWARIYA’: Beloved in Such Picturesque Beauty”

  1. aFiF Says:

    Wah….ga nyangka bro bakal ngereview film yg satu ini…denger2 Saawariya no 2 box office setelah Om Shanti Om (SRK).

    Penasaran pengen liat soalnya sinematografinya keren. Gw sih berharap filmnya bukan tipikal film india pada umumnya.

  2. hARIs Says:

    yes…..there’s songs dan dances number…but this movie more than that…mengingatkan akan film2 klasik jaman baheula…namun dengan tingkat artistik yang lumayan tinggi

  3. APATIS VIAN Says:

    weee….film indiahe lagi… :)

    sempet ilfil ngeliat poster awalnya yg gambarnya cowok belakangnya ada kayak sayap gitu…hahaha…jelek berat…

    tapi trampaknya lumayan nih….3,5 bintang…ntar de dicoba…smoga gak mengecewakan dan…..gak nyolong ide lagi…hehehehe…

    peace

  4. aFiF Says:

    Yach klo boleh kubilang, bollywood dgn segala reputasi buruknya, tapi ga bisa disangkal perfilmannya udah jauh lebih maju dibanding Indonesia.

  5. hARIs Says:

    buruk sih buruk…tapi asal Ok…gpp tuch…hehehehe

Leave a Reply