‘ONCE’: All You Need Is Music
Wednesday, December 26th, 2007Release Date: 23 Maret 2007 (IRLANDIA)
Ceritanya sederhana saja, seorang pria (Glen Hansard) adalah seorang musisi jalanan. Suatu hari ia bertemu dengan seorang gadis muda penjual bunga keliling(Marketa Irglova) yang mengagumi lagu yang dinyanyikan oleh sang pria. Sang pria hanya tinggal berdua saja dengan ayahnya yang memiliki sebuah toko reparasi. Sang perempuan berasal dari Czechnya dan tinggal bersama dengan ibunya dan putrinya. Lantas keduanya melakukan jamming disebuah toko musik dan pada akhirnya sang perempuan membantu sang pria untuk membuat sebuah album demo.
Begitulah, sebagai sebuah drama, ‘Once’ sama sekali tidak mempunyai cerita yang sangat dramatis atau mengharu-biru. Bahkan cerita yang memang sudah sederhana berjalan dengan sangat linear. Namun, ‘Once’ didukung dengan lagu-lagu yang diintegrasikan dengan sangat padu dengan jalan cerita. Lagu-lagu tersebut terasa sangat emosional dan menyentuh, sehingga bisa dikatakan film secara umum bercerita melalui lagu-lagu ini. Lagu-lagu inilah yang membuat ‘Once’ terasa sangat powerful dan memberi kesan yang mendalam.
Disinilah hadir upaya Carney untuk membuat sebuah film musikal gaya baru, yang mana lagu-lagu dihadirkan bukan dengan gaya antah-berantah atau tiba-tiba adegan menjadi musikal. Film tetap berjalan sebagaimana layaknya film "normal", dan juga dipenuhi dengan dialog, namun lebih kurang 60 % dari durasi adalah lagu-lagu. Dengan latar belakang musikalitas kedua karakter utamanya, film mengizinkan lagu-lagu tersebut menjadi bagian dari narasi, tanpa harus kelihatan tidak realistis, karena lagu-lagu tersebut ditembangkan dengan cara yang paling umum dilakukan dalam keseharian kita.
Penggarapan Carney dalam filmnya adalah realisme, sehingga secara teknis film memakai pendekatan ala dokumenter, sehingga membuat film terasa lebih nyata. Hal ini mungkin memang disengaja oleh Carney, karena kedua aktor utamanya, Glen Hansard dan Marketa Irglova sama sekali bukan aktor-aktris profesional, melainkan musisi sejati. Bahkan pada awalnya Hansard sebenarnya dideskripsikan sebagai pengkomposisi lagu-lagu dalam film. Saat Carney mengkastingnya menjadi pemain utama, maka selanjutnya Marketa Irglova yang baru berusia 17 tahun, rekan Hansard dalam membuat lagu-lagu dalam film diajak serta sebagai aktris utama.
Dengan teknik pengambilan gambar film yang bergerilya, maka Hansard dan Irglova dapat berakting dengan lebih alami tanpa harus terkesan dibuat-buat atau amatiran. Untunglah porsi utama dari film adalah musikalitas, sehingga disegmen ini keduanya dapat lebih total dan memberikan penampilan yang sangat impresif, terutama untuk adegan lagu duet "Falling Slowly" atau penampilan solo Irglova dalam "The Hill" yang sangat emosionil.
Segmen musikal dalam film ini menunjukkan bahwa Hansard dan Irglova adalah musisi-musisi yang brilian, karena berhasil mengkomposisi lagu-lagu bergaya campuran folk dan rock yang captivating. Rasanya lagu-lagu dalam film sedap didengar dan memorable, terutama "Falling Slowly", "If You Want Me", "When Your Mind’s Made Up" dan "Fallen From The Sky".
Lagu-lagu yang terasa romantis tersebut meresonansikan hubungan antara sang pria dan sang perempuan. Walaupun hubungan diantara mereka terasa jujur dan tulus bahkan cenderung platonis, namun chemistry diantara keduanya begitu kental dan aura romansa memenuhi udara dengan penuhnya. Bahkan film mempunyai beberapa elemen romantisme yang jenial, sehingga cocok pula bagi yang menyenangi film-film percintaan.
Dari segi teknis, dengan pendekatan ala dokumenter tadi, sebenarnya ‘Once’ terasa medioker atau biasa-biasa saja. Dengan penggunaan hand-held, kadang gambarnya terasa kurang fokus atau teknik pencahayaan yang kurang maksimal. Meski begitu, rasanya hal tersebut hanyalah bersifat minor dan tidak mengganggu narasi film secara keseluruhan.
Inti utama dari ‘Once’ adalah musikalitasnya itu tadi. Dalam durasi yang padat, film berhasil mewujudkan sebuah musikalitas dalam gayanya yang baru. Walaupun film musikal seperti ‘Haispray’ (2007) akan tetap menunjukan eksistensinya, tapi Carney, dengan sangat gemilang Carney membuktikan jika film musikal pun bisa menemukan gayanya yang paling mutakhir.









