‘GRINDHOUSE’S PLANET TERROR’: All Terror Break Loose
Release Date: 6 April 2007 (USA)
‘Planet Terror’ adalah bagian Robert Rodriguez untuk persembahan kepada subgenre film-film eksploitatif tahun 70-an yang disebut dengan Grindhouse, setelah Quentin Tarantino dengan ‘Death Proof’-nya. Di Amerika kedua film merupakan bagian dari double feature, sedangkan untuk peredaran global, kedua film beredar masing-masing dengan durasi yang lebih panjang.
‘Planet Terror’ mengambil ide dari film-film Zombie yang pada jaman itu mengalami era emasnya. Ditambah lagi dengan sentuhan aski-aksi eksplosif ala Rodriguez, menjadikan ‘Planet Terror’ sebagai sebuah laga dengan aksi yang intens dan (tentu saja) blood-and-gore.
Seorang penari go-go, Cherry Darling (Rose McGowan) kehilangan sebelah kakinya akibat serangan sekelompok zombie yang menginvasi sebuah kota kecil. Ia bertemu dengan mantan kekasihnya yang misterius El-Wray (Freddy Rodriguez) yang kemudian bersama-sama memimpin sekelompok orang, untuk melawan komplotan zombie tersebut.
Ceritanya terus terang sangat kelas B, jika tidak dikatakan amatiran. Tapi ini memang tujuan Rodriguez, aksi dalam kecepatan penuh tanpa pretensi apapun untuk menjadi tetap berkelas A, seperti yang dilakukan Tarantino dengan ‘Death Proof’-nya. Bukannya ‘Death Proof’ tidak mengandung semangat bermain yang jahil sekaligus jenial seperti film ini, akan tetapi Tarantino sepertinya tidak tahan untuk tetap melekatkan imej tipikalnya terhadap filmnya.
Berbeda dengan Rodriguez yang sadar-sesadarnya ia membuat sebuah film homage dan berniat untuk mengeksplotasinya secara total. Selain cerita, maka gambar yang scratchy, missing reel, dan segala klise fisik lainnya diterapkan Rodriguez dengan setia.
Hanya saja kemudian yang sangat mengganggu adalah dimana Rodriguez terasa sangat bersemangat dalam "sentuhan artistiknya" tersebut sehingga terkadang terasa mengorbankan beberapa aspek filmis yang ideal. Bahkan kadang-kadang film terasa terlalu absurd dalam pengadeganan cerita. Sebagai contoh, missing reel terasa sangat menganggu jalan cerita, entah memang disengaja mengganggu atau tidak, menyebabkan film terasa terlalu attitude "serius dalam bermain-main".
Walau begitu, tetap saja ‘Planet Terror’ tetap tambil dengan sangat menghibur sekaligus berhasil menyampaikan "pesannya" dalam mereferensikan makna Grindhouse itu sendiri. Dan jika kemudian harus dibandingkan, rasanya ‘Planet Terror’ lebih direkomendasikan dibandingkan ‘Death Proof’.
April 22nd, 2008 at 6:52 am
“Dan jika kemudian harus dibandingkan, rasanya ‘Planet Terror’ lebih direkomendasikan dibandingkan ‘Death Proof’.”
Setuju sih. Waktu nontonnya, saya juga ngerasa lebih menikmati nonton Planet Terror ketimbang Death Proof. Planet Terror lebih ke ‘hahaha!’ sedangkan Death Proof lebih ke ‘Iiih!’ Tapi entah kenapa Scene-scene di Death Proof lebih nempel di otak saya ketimbang Planet Terror.
Jadi kalo disuruh membandingkan, saya agak2 ngga bisa milih. Haha.