‘ETERNAL SUMMER’: Deeply Moving and Provocative
Sutradara: Leste Chen
Durasi: 95"
Release Date: 13 October 2006 (Taiwan)
Sebagai kelompok yang termarginalisasikan, kaum homoseksual jarang sekali mendapatkan porsi yang signifikan dalam narasi sebuah film. Tapi itu mungkin beberapa tahun yang lalu, karena akhir-akhir ini semakin banyak saja sineas dari berbagai pelosok Bumi yang menjadikan kelompok minoritas tersebut sebagai subjek pencerita dalam film-film mereka, termasuk untuk seorang sutradara muda asal Taiwan, Leste Chen yang baru berusia 25 tahun saat mengarahkan ‘Eternal Summer’ (Sheng xia guang nian) yang meraih pemasukan box-office yang besar saat dirilis di Taiwan dan memperoleh 4 nominasi dalam Festifal Film Golden Horse di Taiwan di tahun 2006 lalu.
Diangkat dari novel karya Wang Chi-yao, ‘Eternal Summer’ bercerita tentang dua orang laki-laki yang telah bersahabat semenjak SD, Jonathan Kang Chen-sing (Bryan Chang) dan Shane Yu Shou-heng (Joseph Chang Hsiao-chuan). Shane adalah badut sekolah yang nyaris selalu mendapat hukuman dari guru karena sikap jailnya sedangkan Jonathan adalah seorang juara kelas. Pada mulanya mereka hanya teman sebangku biasa, sampai ibu guru meminta Jonathan untuk menjadi ‘malaikat pelindung’ bagi Shane dan membantu Shane dalam bersosialisasi dan studi. Tidak terasa mereka sudah akan mengakhiri bangku SMU dan akan memasuki masa kuliah. Datang siswi pindahan dari Hong Kong, Carrie (Kate Yeung, The Eye 10) yang penyendiri. Entah kenapa, Carrie menunjukkan perasaan suka terhadap Jonathan, sampai Carrie menyadari kalau sebenarnya Jonathan menyukai Shane lebih dari teman. Walau begitu, Carrie tidak kecewa dan malah semakin akrab dengan Jonathan. Sampai kemudian Shane menunjukkan rasa suka terhadap Carrie. Pada saat mereka telah memasuki masa kuliah, pada akhirnya Shane dan Carrie pun akhirnya pacaran, walau mereka memutuskan untuk tidak memberitahu Jonathan karena Shane menganggap akan menyakiti perasaan Jonathan, karena Shane menganggap Carrie sebagai mantan kekasih sahabatnya itu. Sementara itu, Jonathan semakin tersiksa karena memendam perasaan cintanya yang mendalam terhadap Shane. Pada saat ia mengetahui hubungan Shane dan Carrie, apakah kemudian ia merelakan mereka? Bagaimana dengan perasaan Shane sendiri untuknya?
Pada intinya, ‘Eternal Summer’ memakai struktur melodrama yang kental dan pola narasi yang cukup linear sehingga gampang diikuti. Namun film ini lebih dari sebuah cinta segitiga remaja biasa, karena sejatinya lebih bercerita tentang proses coming-of-age bagi kedua laki-laki yang bersahabat tersebut, dan menjadi lebih terelaborasi saat salah seorang dari mereka ternyata seorang homoseksual yang mencintai sahabatnya sendiri. Jika kemudian muncul karakter ketiga yang diwakili oleh seorang perempuan bernama Carrie, maka keberadaanya lebih hanya sebagai penambah dalam kompleksitas cerita. Jika saja karakter ini dihilangkan dan film lebih fokus pada pengembangan karakter kedua karakter utamanya, mungkin film akan menjadi lebih solid.
‘Eternal Summer’ juga mencoba mengeksplorasi kesendirian dari sudut pandang karakter utamanya; Jonathan, Shane dan juga Carrie adalah orang-orang yang tidak mampu untuk mempunyai hubungan akrab dengan orang lain karena berbagai alasan masing-masing. Akan tetapi begitu terkoneksi satu sama lain, sehingga menjalin manage-a-tróis yang mendalam.
Sehabis menyaksikan ‘Eternal Summer’, mau tidak mau saya menjadi teringat dengan film Jepang yang berjudul ‘Like Grains of Sands’ atau ‘Nagisa no Shindobaddo’ (1995) karya Ryosuke Hashiguchi, karena memakai pola cerita yang sama dan bahkan ‘Eternal Summer’ memakai pendekatan yang sama dalam berbagai adegan. Pengaruh yang cukup besar ini mungkin saja disebabkan karena Leste Chen terprovokasi oleh film tersebut, sehingga walau diangkat dari novel asli Taiwan, namun memiliki banyak kemiripan. Namun, jelas Leste Chen mempunyai gaya yang berbeda dari Ryosuke Hashiguchi dalam menggarap filmnya sendiri. Ryosuke memutuskan untuk mengeksekusi filmnya dengan tempo yang pelan dan gaya art-house yang realistis. Sedangkan Leste Chen lebih memilih pendekatan yang lebih popular dan kontemporer. Walau begitu, hasil akhirnya adalah masing-masing film tersebut tampil dengan subtilitas yang mengena dan pada akhirnya membuat kontemplasi yang mendalam bagi penontonnya.
‘Eternal Summer’ juga didukung oleh akting yang prima dari bintang-bintang mudanya. Bryan Chang cukup berhasil dalam menggambarkan ambiguitas karakter yang diperankannya begitu juga dengan Shane Yu dan Kate Yeung yang mengakomodir keinginan skenario dengan gemilang. Mereka tampil dengan dedikasi yang cukup menyeluruh dalam pendalaman karakter mereka.
Terlepas dari isu homoseksualitasnya yang mungkin tidak sesuai dengan kebanyakan orang, namun pada dasarnya ‘Eternal Summer’ adalah sebuah film yang menawan tentang persabatan, cinta dan nilai kejujuran serta pembelajaran menjadi dewasa. Mungkin film ini terlihat melodramatis dan cengeng, namun percayalah, film ini jauh dari bayang-bayang buruk, karena bagi saya, sebuah film yang berhasil memprovokasi orang lain adalah film yang berhasil.
May 3rd, 2007 at 1:18 am
Saya kurang setuju jika dikatakan bahwa tokoh wanita Carrie hanya pelengkap. Carie adalah salah satu tokoh central yang membuat film ini lebih menarik. Dengan kehadirannya maka pesan film ini tentang cinta Jonathan di perkuat. Jonathan tidak mencintai Carrie karena mencintai Shane, dan kemudian dia menemukan bahwa Shane mencintai Carrie, sebuah ironi yang membuat film ini menarik. Ketidakhadirannya justru akan membuat film ini hambar. Hanya melulu tentang cinta. Tetapi dengan kehadirannya, kita akan lebih merasakan kepedihan Jonathan, dan memperbanyak keluarnya airmata penonton.
May 6th, 2007 at 7:26 pm
Iya deh…..hehehehe
Iyu kan cuma my humble opinion
Gak harus sama dengan org lain kan?
Dah nonton No Regret?
August 22nd, 2007 at 5:34 pm
Kok agak2 mirip ama coklat-stroberi yah???jadi penasaran…trus endingnya yang jadi couple cowok-cewek ato cowok-cowok????
August 23rd, 2007 at 5:36 am
terus terang saja, endingnya membutuhkan interprestasi masing2 penonton…so, agak2 gantung gitu
October 9th, 2007 at 8:07 pm
serius gue ke sign????
YANG JUAL DVD BAJAKAN ETERNAL SUMMER EN NO REGRET MASIH ADA GAK YAAAA?????????????
ngg…informasi dong ke gu:
ng@w.ur
makasihhh
October 9th, 2007 at 10:42 pm
buat yg diatas gw…
dvd bajakannya masih banyak buanget kale….
coba aja lo cek ke glodok ato tongkrongan gw biasa di mal ambasador….disitu lengkap pisan (promosi… ;p
ditanggung gak rugi….soalnya eternal summer mang bagus bangeeeeet….salah satu film drama terbaik yg tpernah gw tonton…. ya, balik lagi kayak kata haris…terlepas dari tema homosexualnya ;p
peace
October 17th, 2007 at 12:08 am
suka banget sama film ini. gue juga ingat Like Grains of Sand pas udah selesai. Mirip sekali poin ceritanya. Dan dua-duanya sama-sama bagus, meski kalo menurut saya LGoS malah lebih berasa “pop” dari pada ES.
Ending song felem ini juga perfect buat menggambarkan keseluruhan felem.
November 17th, 2007 at 2:01 am
o ya,
kebetulan gue (telat) baru beli dvd bajakan “eternal summer” 3 minggu lalu..
gue sebagai pecinta film jujur (bodohnya) baru kali ini melirik untuk membeli film drama asia (yg sdh banyak yg bilang klo bgs bgt biasanya)
setelah liat “eternal summer”.
anjrit! filmnya ‘dalem’ bgt..
cara menyampaikan pesannya ke kita sangat “honest”, didukung dengan akting para pemainnya yang total tapi tetap jujur dalam mengekspresikannya..
tapi konyolnya.
walau “two thumbs up” buat film itu,
tapi gue dah nggak mau liat lagi even cuma cover dvd-nya doang..
“karena cerita yang di film itu apa yang sudah pernah gue alamin dan sudah gue kubur sejak gue kuliah lebih dari 10th lalu…
coba bayangin,
lo semua kasih komentar ttg film itu, dan gue.. bahkan pernah ngalamin persis..!!
(it’s touches me deeply…)
selama 2 minggu setelah nonton ‘eternal summer’ gue jd stress gitu, dan nggak ada bisa g ceritain krn nggak ada yg tau kondisi g saat itu dan skg g sudah berkeluarga..
yang jelas,
(lepas dari masalah sex)
g pernah alamin bgm kentalnya persahabatan sampai terpaksa “melewati batas” norma dan kewajaran.. (akhirnya…?), krn salah satu dari mrk mempunyai kelainan seks? dan satunya (tanpa sadar) selalu menumbuhkan bibit cinta itu..walau dia sebetulnya straight..(siapa yg salah hayyo..??:P)
skg sahabat gue itu juga sudah berkeluarga dan dengan 2 anak, di kota lain..
November 17th, 2007 at 4:33 am
@ barry nugraha :
“karena cerita yang di film itu apa yang sudah pernah gue alamin dan sudah gue kubur sejak gue kuliah lebih dari 10th lalu…”
masa???? you should tell me more..perhaps we can share story…hahahahaha
“g pernah alamin bgm kentalnya persahabatan sampai terpaksa “melewati batas” norma dan kewajaran.. (akhirnya…?), krn salah satu dari mrk mempunyai kelainan seks? dan satunya (tanpa sadar) selalu menumbuhkan bibit cinta itu..walau dia sebetulnya straight..(siapa yg salah hayyo..??:P”
Yang salah ya situasi dan kondisi saat itu. Gw pernah baa, setiap org, baik laki2 maupun perempuan mempunyai kemungkinan yang sama besarnya untuk menjadi hetero atau homoseksual, tergantung emang bawaannya straight atau tidak sedari kecil. Jadi pada dasarnya setiap org mempunyai kecendrungan untuk menyukai sesama jenis dan tergantung sosialisasi sosial yang diterimanya sedari kecil, apakah merepresinya atau melakukan resistensi atau malah go with the flow alias menerima dengan tangan terbuka “kebersamaan” dengan sesama jenisnya, walaupun mungkin engga pernah atau mempunyai pengalaman homoseksial semasa kecil.
Imho…loh???
December 4th, 2007 at 2:23 am
aq suka banget sm crita ES, pendalaman karakternya ok banget. cuma agak kesal cos endingnya nggantung gtu. klo endingnya membutuhkan interpretasi masing2 penonton, terus terang saja aq lebih suka jo jadian dgn shane
unsur lain yang bikin aq suka adalah soundtracknya, cocok banget dengan jalan ceritanya (kedengarannya sih gtu, abis g ngerti bahasa taiwan tapi kok dengernya cocok bgt deh).
btw, saya jadi tertarik nonton like grains of sands tapi g tau gmn dapatnya. ada yang mo bantu g?
December 5th, 2007 at 6:25 pm
like grains of sands?? wah…kayaknya rada susah tuh Vivien..karena sepertinya udah hlang dri prederan. tapi siapa tahu ada yang bisa bantu vivien???
February 17th, 2008 at 6:37 pm
wah betul. film ini menarik bgt dari sisi ceritanya, tapi pas ntn film ene gw berasa ada yg kurang.. banyak bgt adegan yg masih bisa membuat penonton tersentuh lagi, namun dilewatkan oleh sutradara.. Misal saja di adegan film itu digambarin Jo suka keringetan sdri tanpa sebab jelas, gw kirain endingnya Jo pny rahasia kalo dia penyakitan n bakalan meninggal,hahaha.. Just my two cent..
BTW, ada yg tw lagu ending nya atau lagu eternal summer selain yang Title nya “Ming Pai–by ting tong, ga?”
February 18th, 2008 at 1:18 am
ada yg tw ato pny film formula 17 ama no regret ? dimana nyarinya ya.. kepengen beli
February 21st, 2008 at 5:00 am
@jansenn
wah agak susah untuk nyari no regretnya..karena beberapa alasan:
1. film korea
2. filmnya dah agak lama
3. temanya agak diluar kebiasaan
hahahahaaha
February 26th, 2008 at 6:31 pm
@haris
udh gw dpt no regret, jelek bgt ceritanya, malesin hahha.. eternal summer d best lah.. Formula 17 susha jg cr nya
February 28th, 2008 at 1:37 am
ada yg tw dmn bisa dapetin novel Eternal Summer ? In english/indo
February 28th, 2008 at 7:49 pm
kayaknya bro…gak ada la di Indonesia novelnya…gw pun naksir juga tuh ama novelnya..
bilang2 ya kalau dah dapat…hahahaha
March 1st, 2008 at 3:56 am
walopun gw blum nonton felm aslinya (but gw dah sering banget baca dari majalah asia) apa yang terjdi dalem felm ini telah terjadi ama gw..tanpa sadar gw suka ama tman kampus ga(sekelas) gw tapi gw pendang dalem-dalem coz gw gak mau teman-teman gw tahu klo gw sebenarnya ####.
gw mungkin salah satu cowok yang ada di indonesia yang mengalami sifat dan rasa yang beda (ya.. u know lah, hehe).in mungkin gara-gara masa lalui aku yang gak seperti anak-ank yang lain yang merasakan enaknya bersama orangtua (broken home)…toek yang baca neh pesan loe blh liat ge di FS Tjand_raadinta@yahoo.com or sms 081318800854.trust ur heart.
March 1st, 2008 at 3:59 am
upssss sorry banyak salah ketik cuzzz lg buru2….neh fs nya.tjand_raadinata@yahoo.com
081318800854
March 16th, 2008 at 11:37 pm
hello, cari dvd eternal summer di medan ada gak ya?
please jawabannya donk…
thanks
March 19th, 2008 at 5:22 am
hallo çå herman fu (wah unik namanya..hehehehe) kebetulan gw tinggal di medan dan setahu gw ni film udah engga ada di peredaran..kalau kemarin2 sih banyak….