Saya dan teman-teman mengklaim kalau instalemen terbaru dari franchise Batman, 'The Dark Knight' adalah film tentang superhero terbaik yang pernah kami saksikan. Benar-benar luar biasa. Jalinan cerita yang berliku, penuh dengan kecerdasan, fantastis namun tetap berpijak erat ke bumi. Setidaknya ini menurut pendapat rendah hati kami.
Sementara itu teman yang lain justru menyebutkan jika film tersebut biasa-biasa saja. Jauh dari apa yang diharapkannya; penuh dengan spesial efek, seru dengan aksi berkecepatan tinggi, layaknya sebuah film superhero kebanyakan. Bahkan unsur realitasnya dianggap menghianati esensi utama seorang Batman yang seharusnya other-worldly.
Ternyata ini memang merupakan dua opini yang kini terbentuk terhadap eksistensi 'The Dark Knight'. Sebagian mengatakan luarbiasa bagus sementara yang lain biasa-biasa saja untuk sebuah film fantasi.
Kalau dibiarkan saja, maka kedua kubu bisa saja berkembang menjadi polemik berkepanjangan yang tak akan usai. Bahkan kalau terlalu intens, bisa saja akan berujung pada konflik yang tak berkesudahaan. Tapi sudahlah. Mengapa menanggapinya begitu serius? Toh ini kan cuma film?
Kembali ke film 'The Dark Knight' tadi. Saya baru saja membaca opini seseorang yang dengan cukup cerdas meresensi film tersebut, yang kemudian menyebut jika ada konteks yang sangat Amerika didalam film tersebut. Well, politically correct, bukankah rata-rata film Amerika memang mengandung setiap moral dan ide-ide yang Amerika. Mungkin maksudnya membawa popaganda idealisme Amerika?
Film memang terbukti sebagai media yang efektif untuk menggiring opini publik. Dari konteks awal sebagai sebuah tontonan sederhana menggantikan konsep pagelaran theater panggung sehingga memperoleh bentuknya yang kompleks saat ini, seperti menjadi produk dagangan dengan skala masif hingga menjadi alat propaganda yang hegemonistis.
Amerika sendiri adalah sebuah negara adikuasa yang (rasanya) bukan rahasia umum lagi berkeinginan untuk menjadi polisi dunia. Terlepas dari berbagai pro-kontra yang terjadi didalam masyarakat terhadap kebijakan pemerintahnya, rasanya Amerika secara umum memang ingin terlihat lebih unggul, sehingga tidak heran melalui film, sesuatu yang mereka sangat kuasai, terkadang ingin menunjukkan betapa mereka punya kemampuan untuk mempengaruhi orang untuk mengikuti gaya hidup mereka.
Seseorang yang seperti saya sebutkan diatas mencurigai jika sebenarnya 'The Dark Knight' adalah sebuah propaganda keyakinan. Propaganda westernisasi. Propaganda neo-imperialisme. Propoganda anarkisme. Jadi, untuk memerangi kejahatan dipakailah kekerasan karena sepertinya tindakan kuratif terhadap kejahatan itu sendiri hanya dapat dilakukan dengan kekerasan yang mana esensi dari kehatan itu sendiri. Bingung? Saya juga, hahaha.
Intinya, seseorang bisa saja dengan sangat serius menafsirkan perspektif sebuah film dan kemudian melahirkan perspektif lain yang menganulir kemungkinan dari maksud dan tujuan utama dari dibuatnya film tersebut. Ini memang hanya masalah persepsi. Dan setiap orang berhak untuk melahirkan persepsi mereka masing-masing.
Yang menjadi masalah adalah saat seseorang begitu menggilai sebuah film kemudian menkultuskan film tersebut dalam tingkatan akut dan kemudian menanggapi secara berlebihan dan kemudian mengganggu kehidupannya. Dalam arti yang lebih sederhana, bisa saja ia terjebak pada film yang diminati (atau tidak) tersebut dan kemudian akan terjadi friksi dengan kehidupan nyatanya jika apa yang dipercayainya dari film ternyata tidak sesuai dengan kenyaataan yang dihadapinya.
Film adalah film. Terlepas apakah dia bermakna ganda atau tidak, ia bertujuan untuk merefleksikan kehidupan nyata, bukan kehidupan nyata itu sendiri. Seharusnya kita tidak terlalu menjadikan film sebagai acuan kehidupan kita. Diperdebatkan boleh-boleh saja, akan tetapi biarkan itu menjadi wacana pengasah intelektual kita. Bukan lantas menjadi intelektual yang prima. Biarkan film menjadi kodrat sejatinya. Sarana hiburan sekaligus pencerah jiwa.
Sebagai penutup, tidak ada salahnya kita menimbang apa yang dikatakan oleh maestro sinema Perancis yang legendaris, François Truffaut, “Is the cinema more important than life?” Apakah film menjadi lebih penting dibandingkan dengan kehidupan itu sendiri? Rasanya tidak. Seperti kata Joker di 'The Dark Knight', “ Why So Serious?”. Santai saja. Seat back. Relax. Camera rolling. Light. Action!
Recent Comments